Rabu, 25 Februari 2009

Pameran Fotografi Ilustrasi Puisi Cinta Chairil Anwar

Yogyakarta, 21/2 TTP -- Kelompok Study Mahasiswa FOTKOM 401 UPN Yogyakarta bekerjasama dengan Ruang MESS 56 menyelengarakan pameran fotografi ilustrasi yang dimulai 14 hingga 28 Februari di Ruang MESS 56 Jalan Nagan Lor No 17.

Pameran tersebut merupakan hasil dari workshop yang diselenggarakan oleh Fotkom 401 pada beberapa waktu yang lalu. Para peserta membedah isi dan makna dari puisi-puisi Chairil Anwar kemudian mengilustrasikannya lewat fotografi. 27 karya menghiasai ruang Mess 56. Para peserta mengilustrasikan puisi cinta Chairil Anwar melalui riset, karya jurnalistik, instalasi, digital imaging, animasi foto.

Mirat Muda, Chairil Muda divisualisasikan Nouval dan Aderi P menjadi karya animasi fotografi berdurasi 3 menit. Dalam karyanya tersebut, mereka ingin menampilkan bentuk lain dari sebuah hasil seni fotografi. Ribuan frame yang merupakan pemakanaan dari puisi tersebut mereka ubah kedalam bentuk animasi yang menarik untuk disimak.

Pameran ini merupakan pameran fotografi konsep kedua setelah pameran Mr P (Mr Polusi) tahun 2007 lalu. Hal itu diungkap Novie Rullyanti selaku ketua pameran Fotografi Ilustrasi Puisi Cinta Chairil Anwar, Jumat (20/2). Mahasiswa yang akrab dipanggil Nophe ini menambahkan kali ini Fotkom ingin menampilkan sesuatu yang lain berbeda dari biasanya. Sejak dulu pameran fotografi yang Fotkom selenggarakan masih identik dengan dunia jurnalistik. Pada kesempatan ini, mereka mencari atmosfer yang baru.

Dunia fotografi telah mengalami kemajuan yang pesat. Fotografi tidak asal hanya mengeksekusi. Namun lebih ditekankan pada konsep apa yang ingin kita visualisasikan kepada khalayak.


Australia Percepat Pengenalan Rokok Khusus

Yogyakarta, 22/2 TTP -- Pemerintah Australia mengambil langkah-langkah untuk mempercepat pengenalan rokok yang tidak akan menimbulkan kebakaran (fire safe). Ini dilakukan menyusul bencana kebakaran dahsyat yang melanda Victoria, Australia.

Pada sejumlah kebakaran di Victoria, puntung rokok yang dilemparkan begitu saja diduga sebagai penyebab kebakaran yang menewaskan ratusan jiwa tersebut. Menteri Urusan Konsumen Chris Bowen mengatakan, dirinya akan akan mempercepat pengenalan rokok "fire safe" yang nyala apinya akan mati dengan sendirinya jika tidak dihisap lagi.

Tadinya program wajib ini dicanangkan dimulai pada tahun 2010. Namun dengan terjadinya kebakaran mematikan di Victoria, pemerintah Australia akan mempercepat dimulainya program tersebut. "Menteri telah meminta nasihat dari Komisi Konsumen dan Kompetisi Australia (ACCC) dalam melihat kemungkinan memajukan tanggal dimulainya program," ujar juru bicara Bowen seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (20/2/2009).

Nantinya rokok yang diperjualbelikan di Australia akan terbuat dari kertas khusus dan bahan-bahan adiktif sehingga nyala api di rokok tersebut akan mati sendiri jika dibuang atau tidak digunakan lagi. Rokok jenis ini merupakan keharusan di Kanada dan sejumlah negara bagian di AS.

Menurut riset ACCC, diperkirakan 7 persen kebakaran di tanah publik diawali dengan rokok. Dan 8 persen dari semua kebakaran yang menimbulkan kematian di Australia antara tahun 2000 dan 2006 terkait dengan rokok.

Minggu, 22 Februari 2009

2.500 Bahasa di Dunia Terancam Punah

Yogyakarta, 22/2 TTP – Fakta mengatakan, dunia telah kehilangan bahasa Ubykh di Turki dan tahun lalu bahasa Eyak yang dipakai di Alaska juga juga punah, setelah wanita yang bisa menggunakannya Marie Smith Jones meninggal dunia.

Seperti dikutip AFP, Jumat (20/2), dari 6.900 bahasa di dunia, 2.500 diantaranya berada dalam bahaya kepunahan. Hal ini seperti tercantum dalam data badan dunia PBB Unesco. Jumlah ini semakin meningkat, dari data 2001 lalu di mana tercatat ada 900 bahasa yang terancam hilang.

Dan berdasarkan data terbaru, saat ini ada 199 bahasa di dunia yang dikuasai kurang dari selusin orang, antara lain bahasa Karaim yang hanya digunakan oleh 6 orang di Ukraina, dan bahasa Wichita hanya digunakan 10 orang di negara bagian AS, Oklahoma.

Nah, mungkin ini yang cukup mengkhawatirkan, bahasa Lengilu hanya digunakan oleh 4 orang aja di Indonesia. Harapan sedikit ada untuk 178 bahasa yang lain, mereka digunakan oleh 10 sampai 150 orang.

Memang hampir 200 bahasa, mengalami kepunahan setelah 3 generasi, misalnya saja bahasa Ubykh yang punah pada 1992 ketika orang yang menguasainya Tefvic Esenc meninggal, lalu bahasa Aasax di Tanzania pada 1976.

Berdasarkan catatan, India berada di peringkat atas jumlah total bahasa yang terancam punah di negeri itu ada 196 bahasa yang masuk daftar, diikuti Amerika Serikat 192, dan Indonesia di peringkat ketiga dengan 147.