Rabu, 18 Maret 2009
Talkshow Broadcast di UPN Veteran Yogya
(Made Gilang / 153070078)
Himakom UPN Gelar Event Tahunan
Made Gilang / 153070078
Ogoh-ogoh, Tradisi Unik Sebelum Nyepi
Ogoh-ogoh sendiri mulai diperkenalkan sekitar tahun 1993. Entah darimana inspirasinya, secara spontan anak-anak muda di Denpasar mulai membuat sebuah patung besar berbentuk binatang dari rangkaian bambu yg dihias, kemudian diarak keliling desa saat pengerupukan. Mendapat sambutan yg positif dari masyarakat luas, ogoh-ogoh pun berkembang dari tahun-ketahun. Design ogoh-ogoh yang dulunya binatang, kini sudah berkembang menjadi bentuk raksasa, tokoh pewayangan, bahkan sampai tokoh kartun. Nilai artistiknya-pun tidak main-main, benar-benar bagus dan menarik. Akhirnya mulai tahun 1998 ogoh-ogoh mulai diperlombakan. Ironisnya, hadiah bagi pemenangnya terkadang tidak sebanding dengan biaya pembuatan ogoh-ogoh yang mencapai puluhan juta. Tapi semangat anak-anak muda Bali untuk berkarya tidak pernah pudar. Mereka selalu beranggapan, “I don’t care with prize money, but more about satisfaction in making art.
Sayangnya tahun 2009 ini di Bali sendiri yang merupakan pencetus utama, mengeluarkan kebijakan untuk tidak melaksanakan pawai ogoh-ogoh. Hal ini berkaitan dengan mepetnya waktu pelaksanaan antara Nyepi dan juga Pemilu yang juga diadakan pada tahun ini. Namun di beberapa kota besar seperti Jakarta dan Yogyakarta, para pemuda-pemudi Hindu Dharma tetap membuat kreasi ogoh-ogoh. Walaupun pawainya sendiri hanya akan dilaksanakan disekitaran Pura setempat.
Made Gilang DW 153070078
Jenis Berita : Feature
Rabu, 11 Maret 2009
Jurusan Ilmu Komunikasi UPN Yogya Gelar Talkshow Jurnalisme Infotainment
Yogyakarta, 10/3 TTP – Jurnalisme infotainment apakah merupakan berita atau hiburan semata, hal itulah yang dibahas dalam talkshow yang merupakan rangkaian kegiatan tahunan Communication Freak 2009 Jurusan Ilmu Komunikasi UPN Yogyakarta.
Pada kesempatan itu pihak panitia mendatangkan 3 narasumber yang sudah tidak asing namanya, yaitu Bapak Sasa Djuarsa Sendjaja yang merupakan ketua KPI, Bapak Raldy Doy yang menjabat sebagai Corporate Communication TV One, serta Erica Andriarini sebagai Ex- Produser Pelaksana infotainment Silet RCTI. Dalam diskusi sela kurang lebih 3 jam itu mampu menyedot perhatian pesertanya. Para peserta terlihat antusias dalam menyimak dan berdialog dengan par narasumber.
Dalam talkshow yang dimoderatori oleh Bapak Agung Prabowo selaku dosen Jurnlistik UPN Yogya itu membahas apakah Jurnalisme Infotainment itu merupakan salah satu kegiatan jurnalistik atau sekedar hiburan semata. “Infotaiment merupakan wadah untuk mencerdaskan kok, bukan Stupid program”, jelas Erica. Tapi dari pihak KPI mempunyai pandangan lain, Djuarsa Sendjaja menegaskan “Jangan menonton infotaiment !”. Berbagai seluk beluk dunia jurnalistik infotainment dibahas dalam talkshow tersebut.
“Keberadaan Infotainment serta kontrol televisi tergantung dari ratting masyarakat dalam melihat acara dalam media tersebut” ungkap Raldy Doy. Bapak yang akrab dipanggil Bang Raldy itu menjelaskan TV One yang kami kelola sekarang ini, berorientasi pada berita dan sport. TV One merupakan salah satu dari 3 saluran televisi yang jarang sekali menerima surat teguran dari KPI ungkap Sasa Djuarsa.
Pemosting : Sigid Kurniawan 153070139

